BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dunia
telah berubah. Dewasa ini kita hidup dalam era informasi / global. Dalam era
informasi, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan
terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan
waktu (Dryden & Voss, 1999). Berbeda dengan era agraris dan industri,
kemajuan suatu bangsa dalam era informasi sangat tergantung pada kemampuan
masyarakatnya dalam memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktifitas.
Karakteristik masyarakat seperti ini dikenal dengan istilah masyarakat berbasis
pengetahuan (knowledge-based society). Siapa yang menguasai pengetahuan maka ia
akan mampu bersaing dalam era global.
Oleh
karena itu, setiap negara berlomba untuk mengintegrasikan media, termasuk
teknologi informasi dan komunikasi untuk semua aspek kehidupan berbangsa dan
bernegaranya untuk membangun
dan membudayakan masyarakat berbasis pengetahuan agar dapat bersaing dalam era
global. Bimbingan dan Konseling sebagai suatu
proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), dilaksanakan melalui berbagai
macam layanan. Layanan tersebut saat ini, pada saat jaman semakin berkembang,
tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga bisa
dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada. Tujuannya adalah
tetap memberikan bimbingan dan konsling dengan cara-cara yang lebih menarik,
interaktif, dan tidak terbatas tempat, tetapi juga tetap memperhatikan
azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan konseli. E-book merupakan hal penting dewasa ini, e-book akan membantu konseling untuk mendapatkan sumber ilmu dan materi
dengan cara praktis, sebagai
konselor hendaknya mengetahui betul bagaiman langkah-langkah pengaksesan e-book, dengan
maksud dapat menyalurkan informasi ke konseli,
dan
membantu konselor sendiri untuk memperkaya wawasan yang akan dsebarluaskan
kepada konseli.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasakan
talar belakang masalah di atas maka permasalahan mengenai ragam konseling
berdasarkan jumlah konseli dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah
E-book?
2. Apa saja manfaat E-book?
3. Apa saja kekurangan pengaksesan E-book?
4. Bagaimana
langkah-langkah dalam pembuatan E-book?
5. Bagaiman langkah-langkah dalam
mengkses E-book
yang gratis dan yang berbayar?
1.3 Tujuan Pembuatan Makalah
1. Untuk
mengetahui pengertian E-book.
2. Untuk mengetahui manfaaat E-book.
3. Untuk mengetahui kelemahan
pengaksesan E-book.
4. Untuk
mengetahui proses pembuatan E-book.
5. Untuk
mengetahui langkah-langkah mengakses E-book baik yang gratis maupun berbayar.
1.4 Metode Pemecahan Masalah
Pemecahan
masalah yaitu langkah-langkah yang ditempuh dalam menyelesaikan permasalahan
yang di tuangkan dalam rumusan masalah, sedangkan
langkah-langkah untuk menjawab permasalahan dalam makalah ini adalah dengan metode internet research (online) yang berhubungan dengan
permasalahan yang dibahas.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian E-Book
Apa itu ebook? Ebook
atau e-book yang merupakan singkatan dari electronic book
adalah buku yang disimpan dalam bentuk file dan umumnya berakhiran .pdf
dan dapat di-download atau dikirim langsung ke dalam e-mail (electronic mail). E-mail
artinya surat elektronik. Ebook sama artinya dengan buku elektronik.
Dengan e-book, maka jarak tidak lagi jadi masalah, dan buku akan langsung sampai
kepada penerima atau pemesan dan bebas ongkos kirim. Jika e-book tersebut
gratis, maka e-book tersebut bisa langsung di-download. Jika e-book tersebut
berbayar, umumnya pembayaran dilakukan terlebih dahulu barulah bisa di-download
atau dikirim ke dalam e-mail. Untuk memperkecil file dan memudahkan download
(jika jumlah file banyak), umumnya semua file dikompres (dipadatkan) ke dalam
sebuah file dengan akhiran .zip. Untuk menguraikan file (unzip) cukup
mengklik ganda file .zip tersebut, Windows XP SP2/SP3, Windows Vista dan
Windows 7 akan membukanya secara otomatis. Selain format .pdf ada juga
ebook dengan format .chm, .html, .doc dan lain-lain,
tetapi yang umum adalah .pdf. Selain format (akhiran) .zip
kemungkinan ada juga format yang lain.
Setelah buku (e-book) selesai di-download, selanjutnya buku dapat
dibaca dengan komputer tanpa terhubung ke Internet (offline).
Untuk membaca file .pdf dapat digunakan Adobe Reader, Nitro Reader atau program lain yang dapat membaca file .pdf.
Adobe Reader atau Nitro Reader dapat di-download di Internet
secara gratis. Selain dibaca dengan komputer, e-book juga dapat
dicetak ke kertas, sedangkan ukuran kertas dan resolusi pencetakan, tergantung
si pembuat e-book. Jika e-book diproteksi dari pencetakan, atau dengan kata lain faslitas
pencetakan dimatikan, maka e-book tersebut hanya dapat dibaca dengan komputer,
tidak dapat dicetak ke kertas. Jika e-book di-password (diberi kata sandi), maka e-book tersebut hanya
dapat dibaca setelah memiliki password (kata sandi) yang dipasang dalam e-book tersebut.
BAB III
PEMBAHASAN
Buku elektronik
(disingkat Buku-e atau e-book) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan
teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga
dapat berwujud teks atau gambar. Dewasa ini buku elektronik diminati karena
ukurannya yang kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya memiliki
fitur pencarian, sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan cepat
dicari dan ditemukan. Terdapat berbagai format buku elektronik yang populer,
antara lain adalah teks polos, pdf, jpeg, doc lit dan html. Masing-masing format memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan
juga bergantung dari alat yang digunakan untuk membaca buku elektronik
tersebut.
Salah satu usaha untuk melestarikan literatur berbentuk buku yang banyak
jumlahnya dan memerlukan biaya perawatan yang mahal adalah dengan melakukan
transfer dari bentuk buku ke bentuk buku elektronik. Dalam hal ini akan banyak
ruang dan juga upaya yang dihemat untuk merawat literatur-literatur tersebut.
Amazon Menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan Buku elektronik
ini, mereka menggunakan buku elektronik semakin populer karena dapat dibaca
kapan saja dimana saja dengan Kindle, salah satu tablet luncuran mereka. Buku elektronik dapat dibuka
dengan berbagai macam software diantaranya Adobe Acrobat, Microsoft Word dan masih banyak lagi tergantung format yang
dimiliki.
3.1 Jenis E-Book
Adadua macam e-book yang tersedia, yaitu :
Pertama, e-book yang bersifat ‘tertutup’ dan hanya dapat dibaca dengan
alat dan program khusus. Kedua, e-book yang dapat dibaca oleh berbagai peralatan digital
(tidak khusus). Untuk jenis pertama,
setiap berkas hanya dapat dibaca dengan perangkat yang sudah disiapkan khusus,
misalnya merek Rocket dan Softbook. Perangkat kerasnya dibuat agar mudah
dibawa-bawa (portable). Tidak hanya teks yang ditampilkan, tetapi juga bisa
suara video. Sudah tentu pula, ada fasilitas temu-kembali yang memudahkan
pembaca berpindah-pindah.
Perangkat atau alat baca (e-books reader) seperti ini belum terlalu
populer mengingat tingkat resolusi layarnya masih jauh lebih rendah
dibandingkan resolusi kertas. Jika sebuah buku kertas mampu memberikan resolusi
1200 dpi (dots per inch) sehingga mata kita tidak lelah membaca, maka e-books seringkali hanya bisa mencapai 105 dpi atau bahkan
hanya 72 dpi. Tidak heran jika para pembacanya mengeluh sering sakit kepala.
Bentuk dan ukuran alat-baca yang saat ini tersedia memang sudah menyerupai buku
biasa, namun mungkin agak lebih berat. Selain itu, alat ini memerlukan baterai
yang usianya masih pendek, sehingga kalau lupa mengisi (charging), kita akan
kesal apalagi bila sedang asyik membaca novel dan baterainya habis maka akan
mati seketika.
E-books jenis kedua yang tersedia di Internet adalah yang untuk dibaca di
berbagai alat digital, mulai dari (desktop, laptop, sampai PDA (personal digital assistant)). Kunci dari e-books
jenis ini tentu saja adalah penggunaan bahasa penyajian yang terstandar. Perusahaan-perusahaan
seperti Microsoft, Glassbook, dan Librius sedang bekerja bersama National
Institute of Standards and Technology untuk mencapai kesepakatan tentang
standar penyajian teks untuk e-books yang dapat dibaca di segala jenis komputer. Sudah ada sebuah standar yang
dapat dibaca di berbagai alat digital, yaitu Open e-book Publication
Structure, terbit tahun 1999, mengombinasikan Hypertext Markup Language (HTML)
dan eXtensible Markup Lannguage (XML). Dengan standar ini, masing-masing
penerbit dapat membuat sebuah buku digital tanpa harus memikirkan versi berbeda
untuk alat-baca yang berbeda.
Terdapat berbagai format buku elektronik yang banyak digunakan. Popularitas
umumnya bergantung pada ketersediaan berbagai buku elektronik dalam format
tersebut dan mudahnya piranti lunak yang digunakan untuk membaca jenis
format tersebut diperoleh.
À
Teks Polos
Teks polos adalah format paling sederhana yang dapat dilihat hampir dalam setiap
piranti lunak menggunakan komputer personal. Untuk beberapa devais mobil format
dapat dibaca menggunakan piranti lunak yang harus lebih dahulu diinstal.
À
PDF
Format pdf memberikan kelebihan dalam hal format yang siap untuk dicetak. Bentuknya
mirip dengan bentuk buku sebenarnya. Selain itu terdapat pula fitur pencarian,
daftar isi, memuat gambar, pranala luar dan juga multimedia.
À
JPEG
Seperti halnya format gambar lainnya, format JPEG memliki ukuran yang besar dibandingkan informasi teks yang dikandungnya,
oleh karena itu format ini umumnya populer bukan untuk buku elektronik yang
memilki banyak teks akan tetapi untuk jenis buku komik atau manga yang
proporsinya lebih didominasi oleh gambar.
À
LIT
Format LIT merupakan
format dari Microsoft Reader yang memungkinkan teks dalam buku elektronik disesuaikan dengan lebar
layar divais mobil yang digunakan untuk mebacanya. Format ini memiliki kelebihan bentuk huruf yang nyaman untuk dibaca.
À
Docx
Format Docx merupakan format dari Microsoft Word yang sangat banyak ditemui sekarang dan tersebar di Internet, format ini sangat banyak digunakan karena banyaknya pengguna MS Word dan
file keluaran yang cukup kecil, selain itu huruf yang lebih variatif membuatnya
sangat digemari.
À
HTML
Dalam format HTML ini gambar dan teks dapat diakomodasi. Layout tulisan dan gambar dapat
diatur, akan tetapi hasil dalam layar kadang tidak sesuai apabila dicetak.
À
Format Open Electronic Book
Package
Format ini dikenal pula sebagai OPF FlipBook. OPF adalah suatu format buku elektronik yang berbasis pada XML yang dibuat oleh sistem buku elektronik. Buku elektronik dalam format ini
dikenal saat FlipBooks sebagai piranti lunak penyaji menampilkan buku dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Terdapat suatu proyek yang sedang
berjalan yang berupaya agar format OPF ini dapat dibaca menggunakan penjelajah Internet standar (semisal : Mozilla Firefox, atau Microsoft Internet Explorer), tanpa perlu adanya perlengkapan (piranti lunak, plugin) tambahan. Saat ini untuk melihat buku elektronik dalam format OPF
sehingga diperoleh rasa benar-benar membuka buku (flipping experience)
diperlukan piranti lunak penyaji pada sisi klien atau pengguna.
3.2 Sumber E-Book
Terdapat berbagai sumber buku elektronik yang dapat dicari di Internet,
baik yang bebas atau diharuskan membayar terlebih dahulu untuk dapat
mengaksesnya.
§
Buku Elektronik Di Indonesia
Sumber buku elektronik yang legal di Indonesia, antara lain dirilis oleh Departemen
Pendidikan Nasional dengan dibukanya Buku Sekolah Elektronik (BSE). BSE
adalah buku elektronik legal dengan lisensi terbuka yang meliputi buku teks
mulai dari tingkatan dasar sampai lanjut. Buku-buku di BSE telah dibeli hak
ciptanya oleh pemerintah Indonesia melalui Depdiknas, sehingga bebas diunduh,
direproduksi, direvisi serta diperjualbelikan tetapi dengan batas atas harga
yang telah ditentukan. Lebih dari itu, seluruh buku ini telah dinilai dan lolos
saringan dari penilai di Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan
Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku-buku tersebut dapat
dilihat dan diunduh di laman http://bse.kemdikbud.go.id/.atau http://puskurbuk.net/web13/.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia juga menyediakan sarana bagi penulis dan publik untuk membuka akses atas
aneka buku elektronik dengan lisensi terbuka. Sarana ini telah dibuka dengan
nama BUKU-e. Selain untuk buku-buku ilmiah, BUKU-e LIPI juga ditujukan untuk
buku 'pembelajaran ilmiah', seperti diktat, buku teks, dll. Termasuk buku-buku
BSE juga di-mirror di BUKU-e LIPI.
7441A6CA === Project Gutenberg === Merupakan layanan buku elektronik
terbesar dan tertua yang mendukung buku elektronik secara bebas. Saat ini
terdapat lebih dari 25.000 buku elektronik bebas yang dapat ditemukan dalam
katalog onlinenya.
§
arXiv
Yang terdapat di universitas Cornell memberikan akes terbuka terhadap
368.128 referensi elektronik dalam bidang fisika, matematik, sains komputer dan
biologi kuantitatif. Beberapa ilmuwan karena peduli dengan penyebaran ilmu
pengetahuan yang bebas, menyajikan karyanya dulu di sini sebelum diterbitkan
dalam jurnal elektronik bergengsi dan berbayar.
§
The Million Book Project
Adalah proyek sejuta buku yang dikembangkan oleh Universal Library, sebuah
perpustaaan digital yang dpelopori oleh Universitas Carnegie Mellon di AS,
universitas Zhejiang di China, Institut Sains di India, dan perpustakaan
Alexandria di Mesir. didalamnya tedapat referensi dalam 16 bahasa yang koleksi
bukunya sudah ada sejak terbitan abad 16.
Buku Elektronik
|
||
Berbasis XML
|
ePub, HTML, FictionBook, XMDF.
|
|
Lainnya
|
||
Membaca
|
||
Perangkat
lunak
|
||
Menyunting
|
||
Sumber
|
Gratis
|
|
Berbayar
|
||
Terkait
|
Pembaca buku elektronik, Penyewaan
buku elektronik, Komputer tablet, Buku
elektronik Braille, Kindle single, Mojo books, Perbandingan
perangkat lunak pembaca buku elektronik iOS, OPDS, Penerbitan
elektronik, Reformasi
penerbitan jurnal akademik, International
Digital, Publishing Forum, Penerbitan semantik, Dokumen
teralirkan kembali
|
|
3.3 Manfaat Menggunakan E-Book
E-book atau
electronic book (atau juga digital book) adalah evolusi dari buku cetak yang
biasa kita baca sehari-hari. Dibandingkan dengan pendahulunya, e-book
menawarkan berbagai macam manfaat yang memudahkan kita menimba ilmu dan
menambah wawasan. E-book adalah buku elektronik yang bisa disimpan dengan mudah
di perangkat elektronik kita. Kapasitas memori sebesar 1 GB sekalipun bisa
memuat ratusan e-book. Jika kita punya ratusan buku cetak, sudah pasti kita
butuh rak buku yang cukup besar untuk menyimpannya.
E-book kini
sudah semakin mudah didapat dan diakses. Apalagi untuk keperluan pendidikan.
E-book adalah buku yang dipublikasikan dalam format digital berisi tulisan,
gambar, yang dapat dibaca memalui perangkat komputer atau perangkat digital
lainnya.
E-book ini
biasanya merupakan salah satu format alternatif dari buku cetak. Ada banyak
kelebihan e-book yang tidak dimiliki buku cetak. Buku elektronik adalah bagian
dari gaya hidup modern yang didukung perangkat elektronik. Di Amerika Serikat,
kehadiran e-book semakin menggeser buku cetak.
Ä
E-book Lebih Praktis dan Mudah
Dibawa
Jika anda ingin
membaca e-book dimanapun anda berada, anda cukup menyalakan perangkat
elektronik anda (entah itu smartphone, tablet, atau e-book reader). Selama anda
memegang perangkat elektronik itu, anda bisa membawa ratusan bahkan ribuan buku
elektronik dengan mudah. E-book adalah buku digital sehingga tidak memerlukan
wadah penyimpanan dalam bentuk fisik.
Ä
E-book Ramah Lingkungan
Buku cetak bisa
menghabiskan banyak sekali pohon yang kita perlukan untuk menjaga keseimbangan
kehidupan di bumi ini. Jika semua pohon habis ditebang untuk membuat buku
cetak, tentunya kita sendiri akan merugi. Sebaliknya, e-book tidak memerlukan
pohon karena bentukya digital. E-book bisa disalin sebanyak yang Anda suka
hanya dengan mengklik tombol “copy” di perangkat elektronik. Sementara itu,
pencetak buku membutuhkan ratusan lembar kertas hanya untuk membuat satu
salinan buku.
Ä E-book Tahan Lama
E-book adalah
buku yang tahan lama atau bahkan abadi (everlasting). Ia tak akan mudah rusak
dimakan usia. Berbeda dengan buku cetak yang makin lama akan makin menguning
dan rusak. Selama data kita tidak terserang virus, dan hal ini bisa dicegah
dengan penggunaan komputer yang hati-hati dan pemasangan software anti virus, maka e-book kita
akan tetap bagus kondisinya meski usianya sudah puluhan tahun. Bandingkan
dengan buku, yang mudah rusak, sobek, hilang, tulisannya pudar dan berjamur bila
usia buku sudah tahunan.
Ä E-book Lebih Simple
E-book dinilai
lebih simple untuk dibawa dan disimpan, dibandingkan dengan buku cetak. Dengan
format e-book, anda tak butuh lagi tas besar untuk membawa beberapa buku atau
rak buku berderet-deret untuk menyimpan koleksi buku anda. Anda hanya butuh
e-book readers untuk membawa atau menyimpan buku-buku anda.
Ä
E-book Lebih Murah
Ebook tidak
perlu proses pencetakan hingga penerbitan yang memakan banyak biaya, sehingga
e-book bisa menjadi lebih murah daripada buku cetak. Selain itu ada beberapa
e-book yang diberikan secara gratis.
Ä
E-book Lebih Portable
Asalkan ada
hardware yang kompatibel untuk mengoperasikan ebook yang berekstensi .pdf dan
.exe ini, mau dimanapun dan kapanpun juga kita akan tetap bisa menikmati bacaan
di dalam e-book dengan nyaman. Apa hardware yang dimaksud? Laptop bisa. Tablet
bisa. Handphone jenis tertentu juga bisa. Sangat portable bukan?
3.4 Kelebihan E-Book
3.5 Kekurangan E-Book
3.6 Penemu
E-Book
Di bulan Juli
1971 untuk pertama kali publik Amerika mengenal e-book yang
kemudian dilanjutkan dengan Project Gutenberg. Dialah Michael S. Hart, lelaki
yang menyandang julukan sebagai penemu e-book pertama di
dunia, yang juga mengawali proyek pengadaan e-book untuk
hampir semua buku populer yang ada di dunia melalui Project Gutenberg. Namun
Anda tidak akan lagi bisa bertemu Hart karena lelaki yang tahun ini berusia 64
tahun itu meninggal dunia pada hari selasa (6 Sep) di kediamannya Urbana, Illinois.
Hart merupakan
lulusan University of Illinois. Pada tahun 70an saat Hart masih menjadi
mahasiswa di universitas tersebut, Hart diberi kesempatan mengakses komputer
utama kampusnya. Saat itu ia berpikir apa yang bisa ia lakukan dengan komputer
itu.
Ide tentang e-book kemudian
muncul saat Hart berada di sebuah supermarket saat melakukan perjalanan ke
berbagai tempat. Di tahun 2002, dalam sebuah wawancara Hars mengungkapkan hal
itu:
"Kebetulan saya berhenti di IGA, sebuah
supermarket lokal. Saat itu kami baru saja merayakan ulang tahun Amerika ke
200 dan banyak salinan dokumen sejarah yang dibagikan pada masyarakat
termasuk di supermarket itu yang juga diberikan pada konsumen. Saya tengah
mencoba mengambil makanan dari ransel saat saya tanpa sengaja mengambil
sebuah dokumen Deklarasi Kemerdekaan Amerika. Dan saat itu ide untuk membuat
ebook muncul."
"Saya berpikir apakah saya bisa melakukan sesuatu dengan komputer, lebih dari sekedar mengetik naskah kemerdekaan. Sesuatu yang bisa bertahan sampai 100 tahun. Dan kemudian lahirlah Project Gutenberg." |
Naskah kemerdekaan Amerika adalah dokumen pertama yang
dibuat Harts dalam bentuk e-book. Saat ini Project Gutenberg telah menjadi
perpustakaan online yang memiliki lebih dari 36 ribu e-book, di luar buku-buku yang memiliki copyright.
Michael Hart telah meninggalkan pada dunia sebuah warisan yang
tak ternilai harganya. Penemuan e-book bukan sekedar inovasi teknologi, namun juga merupakan titik awal dari teknologi
informasi modern. E-book telah menjadi cara yang praktis dan murah untuk
mendistribusikan berbagai literatur.
3.7 Proses Pembuatan E-Book
Ada dasarnya e-book merupakan sistem temu balik informasi yang sangat praktis dalam penggunaan
atau pemanfaatannya.
1.
Tahap Persiapan
Ketika untuk mempublishkan sesuatu, tentu saja yang harus dipersiapkan
pertama kali adalah naskah. Sebab naskah berisi konten/isi dari buku yang akan
di elektronikkan. Agar lebih apik, persiapkan naskah sebaik mungkin. Jika jenis
naskah berupa hasil karya tulis, jangan lupa menerapkan aturan atau etika
penulisan yang baik dan benar agar terhindar dari dugaan penjiplakan atau yang
lebih dikenal dengan “plagiarism”.
Selain itu, untuk membuat dokumen digital beberapa persiapan perlu
dilakukan agar dalam pembuatan dokumen digital dapat berlangsung lancar.
Persiapan tersebut meliputi;
Ø Perangkat Keras.
Perangkat keras yang perlu dipersiapkan diantaranya:
Komputer yang dapat digunakan tentunya sangat bervariasi dengan spesifikasi
yang sangat standart sampai kepada komputer dengan spesifikasi baik. Dalam
menyiapkan alat, perlu diperhatikan volume pekerjaan. Semakin banyak dokumen
digital yang harus dikelola, maka semakin membutuhkan perangkat komputer dengan
spesifikasi baik
Alat ini yang nantinya memindahkan naskah apabila dari bentuk cetak ke
bentuk digital. Namun apabila naskah sudah berbentuk digital, tidak perlu
menggunakan alat ini.
Ø Perangkat Lunak
Naskah yang ada dialih bentukkan kedalam format PDF. Hal ini dimaksudkan
untuk mengunci dokumen agar tidak bisa dengan sembarangan dimodifikasi ataupun
dicetak oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab.
Apabila menggunakan pemproses dokumen OpenOffice, maka dapat langsung
menyimpan naskah e-book ke format PDF. Namun jika menggunakan Microsoft
Office, menggunakan alat bantu, diantaranya: primoPDF atau FoxitPDF Creator
Perangkat lunak yang dipersiapkan berupa sistem operasi seperti windows,
beberapa perangkat lunak yang diperlukan antara lain:
2. Pendigitalisasian Data
Untuk mulai mendigitalisasikan data atau membuat dokumen PDF terdapat
berbagai cara, diantaranya:
Melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :
Ø
Buka dokumen tersebut dengan MS Word dengan cara
meng”klik” ganda nama file tersebut. Atau dengan cara lain, buka program
MS-Word. Klik file → open → pilih nama file yang akan dibuka kemudian di “klik”.
Buka dokumen tersebut dengan MS Word dengan cara
meng”klik” ganda nama file tersebut. Atau dengan cara lain, buka program
MS-Word. Klik file → open → pilih nama file yang akan dibuka kemudian di “klik”.
Dokumen MS-Word yang akan diubah menjadi format pdf.
Ø Klik menu Adobe PDF yang ada di deretan menu-menu pada
MS Word.
Menu Adobe PDF pada layar MS Word.
Ø Pilih covert to adobe PDF.
Ø Ketik nama file yang nantinya akan menjadi file PDF
atau biarkan nama file yang ada jika kita tidak akan merubah nama file aslinya.
Ø Tekan tombol save jika sudah.
Pembuatan file PDF sedang berlangsung.
Ø Tunggu beberapa saat sampai konversi ke file PDF dari
word selesai di proses.
File hasil konversi
dari word ke PDF
Ø Buka dokumen tersebut dengan MS Word dengan cara meng”klik” ganda nama file tersebut.
Atau dengan cara lain, buka program MS Word.
Ø
Klik file → open → pilih nama file
yang akan dibuka kemudian diklik.
Ø
Dari program MS Word, klik tombol file → Print...(atau dari MS Word tekan CTRL+P).
Ø MS Word akan memunculkan layar sebagai
berikut.
Jendela pengaturan
percetakan.
Ø Ubah nama printernya menjadi acrobat PDFWriter
kemudian tekan tombol OK.
Jendela untuk
memberi nama file.
Ø MS Word akan mencetak file kita kedalam
file PDF dengan nama file sama dengan nama file MS Wordnya tetapi dengan extention pdf.
Cara ini dapat digunakan bila komputer tidak terdapat MS Word atau program
lain untuk membaca file asli yang kita miliki. Cara membuat dokumen PDF dengan
acrobat 7, sebagai berikut :
Ö
Membuat dokumen PDF
dari file.
Tampilan awal adobe
Acrobat 7.
2)
Klik menu file →
create PDF → from file.
3)
Cari file yang akan
dirubah ke dalam format PDF (jenis file yang dapat dirubah oleh Adobe Acrobat 7
cukup banyak seperti HTML, TXT, JPEG, PNG, DOC, PUB, dan masih banyak lagi).
Jendela untuk
mencari nama file yang akan diubah.
4)
Klik tombol open
sesudah anda memilih file yang akan diubah.
5)
Tunggu beberapa saat
sampai semua proses selesai.
Ö
Membuat dokumen PDF
dari beragam file.
1)
Jalankan Adobe
Acrobat 7.
2)
Klik menu file → Create PDF → From Multiple Files.
3)
Tekan tombol browse
dan carilah salah satu jenis file yang akan ditambahkan atau dibuat file PDF
nya (file bisa bereksistensi doc, jpg, gif, pdf, dan lainnya).
4)
Tekan tombol add.
5)
Ulangi langkah 2-4
berulang kali sampai kita mendata semua file yang akan dijadikan dokumen PDF.
6)
Tekan tombol OK jika
semua sudah selesai.
7)
Simpanlah dengan nama yang kita
kehendaki pada kotak file name.
8)
Tekan tombol save.
Ö
Membuat Cover E-Book
Agar e-book yang kita buat terlihat lebih menarik meski belum
dibaca secara keseluruhan, untuk itu perlu dibuat cover yang interaktif. Mampu
menarik pembaca untuk penasaran dan tertarik mendalami tulisan didalam e-book secara
lebih lanjut. Untuk membuat sampul digital, yang perlu dipersiapkan
diantaranya:
1. Adobe Photoshop CS2.
2. Gambar latar belakang, clipart, font.
3. Action script untuk membuat cover e-book.
Langkah-langkah pembuatan cover e-book,
yaitu :
3.8 Langkah-Langkah
Mengakses E-Book
1. Mengakses E-book
Gratis.
-
Klik kolom
E-book.
-
Masukkan
title filter dan pilih jumlah tampilan.
-
Klik kunjungan.
- Pilih
judul artikel yang keluar.
-
Pilih
kategori E-book yang akan dicari, misal :
humor,
percintaan,
novel,
ilmu
pengetahuan, teknologi dll.
-
Tulis
judul buku yang akan dicari pada kotak pencarian.
-
Klik
temukan.
-
Klik
download.
-
Pilih
kategori E-book yang akan dicari.
-
Klik judul
buku yang diinginkan.
-
Klik Download.
-
Lihat pada
blog archive.
-
Pilih
tahun penguploadan buku.
-
Pilih buku
yang diinginkan kemudian klik download.
-
Klik
advanced search.
-
Isi kotak
search e-book dengan title atau author yang ingin di cari.
-
Klik search.
-
Klik
download.
2.
Mengakses Ebook berbayar.
Kunjungi beberapa alamat website dibawah ini:
syarat : harus
memilki rekening tertentu sesuai permintaan.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
E-book adalah buku elektronik yang dapat
diakses lewat internet dengan tujuan untuk mempermudah pemakai dalam mencari
sumber materi atau bacaan. Ada
berbagai langkah-langkah dalam mengakses E-book baik yang gratis maupun berbayar. Ada berbagai manfaat dari pemakaian E-book dan salah satunya adalah praktis
dibawa dalm ukuran kecil dan tidak akan lapuk,
namun
disamping manfaat juga ada kelemahan dari E-book seperti ketidak fleksibelan E-book untuk
di baca waktu kapanpun dan di manapun, belum
terbiasanya masyarakat dalam membaca di layar monitor, mereka menganggap menyilaukan dan
melelahkan. E-book adalah beberapa dari program internet
yang berimplikasi besar bagi Bimbingan dan Konseling. Konselor hendaknya
mengerti dan menguasai program E-book. Diharapkan dengan program ini akan
menuntun konselor dalam membantu konseli untuk memberikan informasi dengan
tujuan mempermudah belajar konseli di samping bermanfaat juga bagi konselor untuk
menambah wawasan dan membantu konselor dalam melaksanakan tugasnya. E-book akan sangat bermanfaat bagi konseli dalam
mencari materi yang mereka butuhkan disamping penjelasan-penjelasan dari guru
bidang studi. Dalam layanan Bimbingan
dan Konseling ada salah satu materi bimbingan belajar, disitulah peran dari E-book yang
mana menjadi media untuk memperkaya pengetahuan mereka, membantu konseli juga untuk memperoleh
materi dengn cepat, mudah, lebih praktis dan tanpa mengeluarkan biaya
yang tak terjangkau untuk mendapatkan buku materi yang mereka inginkan. Dengan adanya E-book ini diharapkan akan menjadikan
konseli berhasil dalam mencapai cara belajar yang efektif sehingga akan
menunjang perkembangan optimalnya.
4.2 Saran
Berdasarkan hasil diatas, kita dapat mengetahui
beberapa manfaat dan kelebihan E-book, saran kami :
À
Gunakanlah
E-book sebagai sarana menuntut ilmu.
À
Gunakanlah
E-book sebagai sarana untuk menambah wawasan pengetahuan.
À
Dalam
menggunakannya jangan terlalu lama, sebab akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi
yang tidak terbiasa, dan dapat merusak mata. Untuk itu istirahatkanlah mata
anda setiap beberapa menit atau setelah selesai menggunakan E-book.
DAFTAR PUSTAKA










