Senin, 25 Mei 2015

Makalah E-Book


BAB I
PENDAHULUAN
1.1           Latar Belakang
Dunia telah berubah. Dewasa ini kita hidup dalam era informasi / global. Dalam era informasi, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu (Dryden & Voss, 1999). Berbeda dengan era agraris dan industri, kemajuan suatu bangsa dalam era informasi sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktifitas. Karakteristik masyarakat seperti ini dikenal dengan istilah masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society). Siapa yang menguasai pengetahuan maka ia akan mampu bersaing dalam era global.
Oleh karena itu, setiap negara berlomba untuk mengintegrasikan media, termasuk teknologi informasi dan komunikasi untuk semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegaranya untuk membangun dan membudayakan masyarakat berbasis pengetahuan agar dapat bersaing dalam era global. Bimbingan dan Konseling sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Layanan tersebut saat ini, pada saat jaman semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada. Tujuannya adalah tetap memberikan bimbingan dan konsling dengan cara-cara yang lebih menarik, interaktif, dan tidak terbatas tempat, tetapi juga tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan konseli. E-book merupakan hal penting dewasa ini, e-book akan membantu konseling untuk mendapatkan sumber ilmu dan materi dengan cara praktis, sebagai konselor hendaknya mengetahui betul bagaiman langkah-langkah pengaksesan e-book, dengan maksud dapat menyalurkan informasi ke konseli, dan membantu konselor sendiri untuk memperkaya wawasan yang akan dsebarluaskan kepada konseli.
1.2    Rumusan Masalah
Berdasakan talar belakang masalah di atas maka permasalahan mengenai ragam konseling berdasarkan jumlah konseli dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.       Apakah E-book?
2.       Apa saja manfaat E-book?
3.       Apa saja kekurangan pengaksesan E-book?
4.       Bagaimana langkah-langkah dalam pembuatan E-book?
5.       Bagaiman langkah-langkah dalam mengkses E-book yang gratis dan yang  berbayar?
1.3    Tujuan Pembuatan Makalah
1.       Untuk mengetahui pengertian E-book.
2.       Untuk mengetahui manfaaat E-book.
3.       Untuk mengetahui kelemahan pengaksesan E-book.
4.       Untuk mengetahui proses pembuatan E-book.
5.       Untuk mengetahui langkah-langkah mengakses E-book baik yang gratis maupun berbayar.
1.4    Metode Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah yaitu langkah-langkah yang ditempuh dalam menyelesaikan permasalahan yang di tuangkan dalam rumusan masalah, sedangkan langkah-langkah untuk menjawab permasalahan dalam makalah ini adalah dengan metode internet research (online) yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1    Pengertian E-Book
Apa itu ebook? Ebook atau e-book yang merupakan singkatan dari electronic book adalah buku yang disimpan dalam bentuk file dan umumnya berakhiran .pdf dan dapat di-download atau dikirim langsung ke dalam e-mail (electronic mail). E-mail artinya surat elektronik. Ebook sama artinya dengan buku elektronik. Dengan e-book, maka jarak tidak lagi jadi masalah, dan buku akan langsung sampai kepada penerima atau pemesan dan bebas ongkos kirim. Jika e-book tersebut gratis, maka e-book tersebut bisa langsung di-download. Jika e-book tersebut berbayar, umumnya pembayaran dilakukan terlebih dahulu barulah bisa di-download atau dikirim ke dalam e-mail. Untuk memperkecil file dan memudahkan download (jika jumlah file banyak), umumnya semua file dikompres (dipadatkan) ke dalam sebuah file dengan akhiran .zip. Untuk menguraikan file (unzip) cukup mengklik ganda file .zip tersebut, Windows XP SP2/SP3, Windows Vista dan Windows 7 akan membukanya secara otomatis. Selain format .pdf ada juga ebook dengan format .chm, .html, .doc dan lain-lain, tetapi yang umum adalah .pdf. Selain format (akhiran) .zip kemungkinan ada juga format yang lain.
Setelah buku (e-book) selesai di-download, selanjutnya buku dapat dibaca dengan komputer tanpa terhubung ke Internet (offline). Untuk membaca file .pdf dapat digunakan Adobe Reader, Nitro Reader atau program lain yang dapat membaca file .pdf. Adobe Reader atau Nitro Reader dapat di-download di Internet secara gratis. Selain dibaca dengan komputer, e-book juga dapat dicetak ke kertas, sedangkan ukuran kertas dan resolusi pencetakan, tergantung si pembuat e-book. Jika e-book diproteksi dari pencetakan, atau dengan kata lain faslitas pencetakan dimatikan, maka e-book tersebut hanya dapat dibaca dengan komputer, tidak dapat dicetak ke kertas. Jika e-book di-password (diberi kata sandi), maka e-book tersebut hanya dapat dibaca setelah memiliki password (kata sandi) yang dipasang dalam e-book tersebut.


BAB III
PEMBAHASAN
Buku elektronik (disingkat Buku-e atau e-book) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar. Dewasa ini buku elektronik diminati karena ukurannya yang kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya memiliki fitur pencarian, sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan cepat dicari dan ditemukan. Terdapat berbagai format buku elektronik yang populer, antara lain adalah teks polos, pdf, jpeg, doc lit dan html. Masing-masing format memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan juga bergantung dari alat yang digunakan untuk membaca buku elektronik tersebut.
Salah satu usaha untuk melestarikan literatur berbentuk buku yang banyak jumlahnya dan memerlukan biaya perawatan yang mahal adalah dengan melakukan transfer dari bentuk buku ke bentuk buku elektronik. Dalam hal ini akan banyak ruang dan juga upaya yang dihemat untuk merawat literatur-literatur tersebut.
Amazon Menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan Buku elektronik ini, mereka menggunakan buku elektronik semakin populer karena dapat dibaca kapan saja dimana saja dengan Kindle, salah satu tablet luncuran mereka. Buku elektronik dapat dibuka dengan berbagai macam software diantaranya Adobe Acrobat, Microsoft Word dan masih banyak lagi tergantung format yang dimiliki.
3.1    Jenis E-Book
Adadua macam e-book yang tersedia, yaitu :

Pertama, e-book yang bersifat ‘tertutup’ dan hanya dapat dibaca dengan alat dan program khusus. Kedua, e-book yang dapat dibaca oleh berbagai peralatan digital (tidak khusus). Untuk jenis  pertama, setiap berkas hanya dapat dibaca dengan perangkat yang sudah disiapkan khusus, misalnya merek Rocket dan Softbook. Perangkat kerasnya dibuat agar mudah dibawa-bawa (portable). Tidak hanya teks yang ditampilkan, tetapi juga bisa suara video. Sudah tentu pula, ada fasilitas temu-kembali yang memudahkan pembaca berpindah-pindah.

Perangkat atau alat baca (e-books reader) seperti ini belum terlalu populer mengingat tingkat resolusi layarnya masih jauh lebih rendah dibandingkan resolusi kertas. Jika sebuah buku kertas mampu memberikan resolusi 1200 dpi (dots per inch) sehingga mata kita tidak lelah membaca, maka e-books seringkali hanya bisa mencapai 105 dpi atau bahkan hanya 72 dpi. Tidak heran jika para pembacanya mengeluh sering sakit kepala. Bentuk dan ukuran alat-baca yang saat ini tersedia memang sudah menyerupai buku biasa, namun mungkin agak lebih berat. Selain itu, alat ini memerlukan baterai yang usianya masih pendek, sehingga kalau lupa mengisi (charging), kita akan kesal apalagi bila sedang asyik membaca novel dan baterainya habis maka akan mati seketika.

E-books jenis kedua yang tersedia di Internet adalah yang untuk dibaca di berbagai alat digital, mulai dari (desktop, laptop, sampai PDA (personal digital assistant)). Kunci dari e-books jenis ini tentu saja adalah penggunaan bahasa penyajian yang terstandar. Perusahaan-perusahaan seperti Microsoft, Glassbook, dan Librius sedang bekerja bersama National Institute of Standards and Technology untuk mencapai kesepakatan tentang standar penyajian teks untuk e-books yang dapat dibaca di segala jenis komputer. Sudah ada sebuah standar yang dapat dibaca di berbagai alat digital, yaitu Open e-book Publication Structure, terbit tahun 1999, mengombinasikan Hypertext Markup Language (HTML) dan eXtensible Markup Lannguage (XML). Dengan standar ini, masing-masing penerbit dapat membuat sebuah buku digital tanpa harus memikirkan versi berbeda untuk alat-baca yang berbeda.
Terdapat berbagai format buku elektronik yang banyak digunakan. Popularitas umumnya bergantung pada ketersediaan berbagai buku elektronik dalam format tersebut dan mudahnya piranti lunak yang digunakan untuk membaca jenis format tersebut diperoleh.
À    Teks Polos
Teks polos adalah format paling sederhana yang dapat dilihat hampir dalam setiap piranti lunak menggunakan komputer personal. Untuk beberapa devais mobil format dapat dibaca menggunakan piranti lunak yang harus lebih dahulu diinstal.
À    PDF
Format pdf memberikan kelebihan dalam hal format yang siap untuk dicetak. Bentuknya mirip dengan bentuk buku sebenarnya. Selain itu terdapat pula fitur pencarian, daftar isi, memuat gambar, pranala luar dan juga multimedia.


À    JPEG
Seperti halnya format gambar lainnya, format JPEG memliki ukuran yang besar dibandingkan informasi teks yang dikandungnya, oleh karena itu format ini umumnya populer bukan untuk buku elektronik yang memilki banyak teks akan tetapi untuk jenis buku komik atau manga yang proporsinya lebih didominasi oleh gambar.
À    LIT
Format LIT merupakan format dari Microsoft Reader yang memungkinkan teks dalam buku elektronik disesuaikan dengan lebar layar divais mobil yang digunakan untuk mebacanya. Format ini memiliki kelebihan bentuk huruf yang nyaman untuk dibaca.
À    Docx
Format Docx merupakan format dari Microsoft Word yang sangat banyak ditemui sekarang dan tersebar di Internet, format ini sangat banyak digunakan karena banyaknya pengguna MS Word dan file keluaran yang cukup kecil, selain itu huruf yang lebih variatif membuatnya sangat digemari.
À    HTML
Dalam format HTML ini gambar dan teks dapat diakomodasi. Layout tulisan dan gambar dapat diatur, akan tetapi hasil dalam layar kadang tidak sesuai apabila dicetak.
À    Format Open Electronic Book Package
Format ini dikenal pula sebagai OPF FlipBook. OPF adalah suatu format buku elektronik yang berbasis pada XML yang dibuat oleh sistem buku elektronik. Buku elektronik dalam format ini dikenal saat FlipBooks sebagai piranti lunak penyaji menampilkan buku dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Terdapat suatu proyek yang sedang berjalan yang berupaya agar format OPF ini dapat dibaca menggunakan penjelajah Internet standar (semisal : Mozilla Firefox, atau Microsoft Internet Explorer), tanpa perlu adanya perlengkapan (piranti lunak, plugin) tambahan. Saat ini untuk melihat buku elektronik dalam format OPF sehingga diperoleh rasa benar-benar membuka buku (flipping experience) diperlukan piranti lunak penyaji pada sisi klien atau pengguna.

3.2   Sumber E-Book
Terdapat berbagai sumber buku elektronik yang dapat dicari di Internet, baik yang bebas atau diharuskan membayar terlebih dahulu untuk dapat mengaksesnya.
§     Buku Elektronik Di Indonesia
Sumber buku elektronik yang legal di Indonesia, antara lain dirilis oleh Departemen Pendidikan Nasional dengan dibukanya Buku Sekolah Elektronik (BSE). BSE adalah buku elektronik legal dengan lisensi terbuka yang meliputi buku teks mulai dari tingkatan dasar sampai lanjut. Buku-buku di BSE telah dibeli hak ciptanya oleh pemerintah Indonesia melalui Depdiknas, sehingga bebas diunduh, direproduksi, direvisi serta diperjualbelikan tetapi dengan batas atas harga yang telah ditentukan. Lebih dari itu, seluruh buku ini telah dinilai dan lolos saringan dari penilai di Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku-buku tersebut dapat dilihat dan diunduh di laman http://bse.kemdikbud.go.id/.atau http://puskurbuk.net/web13/.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia juga menyediakan sarana bagi penulis dan publik untuk membuka akses atas aneka buku elektronik dengan lisensi terbuka. Sarana ini telah dibuka dengan nama BUKU-e. Selain untuk buku-buku ilmiah, BUKU-e LIPI juga ditujukan untuk buku 'pembelajaran ilmiah', seperti diktat, buku teks, dll. Termasuk buku-buku BSE juga di-mirror di BUKU-e LIPI.
7441A6CA === Project Gutenberg === Merupakan layanan buku elektronik terbesar dan tertua yang mendukung buku elektronik secara bebas. Saat ini terdapat lebih dari 25.000 buku elektronik bebas yang dapat ditemukan dalam katalog onlinenya.
§     arXiv
Yang terdapat di universitas Cornell memberikan akes terbuka terhadap 368.128 referensi elektronik dalam bidang fisika, matematik, sains komputer dan biologi kuantitatif. Beberapa ilmuwan karena peduli dengan penyebaran ilmu pengetahuan yang bebas, menyajikan karyanya dulu di sini sebelum diterbitkan dalam jurnal elektronik bergengsi dan berbayar.
§     The Million Book Project
Adalah proyek sejuta buku yang dikembangkan oleh Universal Library, sebuah perpustaaan digital yang dpelopori oleh Universitas Carnegie Mellon di AS, universitas Zhejiang di China, Institut Sains di India, dan perpustakaan Alexandria di Mesir. didalamnya tedapat referensi dalam 16 bahasa yang koleksi bukunya sudah ada sejak terbitan abad 16.
Buku Elektronik
Berbasis XML
ePub, HTML, FictionBook, XMDF.
Lainnya
Membaca
Perangkat lunak
Menyunting
Sumber
Gratis
Berbayar
Terkait


3.3   Manfaat Menggunakan E-Book
E-book atau electronic book (atau juga digital book) adalah evolusi dari buku cetak yang biasa kita baca sehari-hari. Dibandingkan dengan pendahulunya, e-book menawarkan berbagai macam manfaat yang memudahkan kita menimba ilmu dan menambah wawasan. E-book adalah buku elektronik yang bisa disimpan dengan mudah di perangkat elektronik kita. Kapasitas memori sebesar 1 GB sekalipun bisa memuat ratusan e-book. Jika kita punya ratusan buku cetak, sudah pasti kita butuh rak buku yang cukup besar untuk menyimpannya.

E-book kini sudah semakin mudah didapat dan diakses. Apalagi untuk keperluan pendidikan. E-book adalah buku yang dipublikasikan dalam format digital berisi tulisan, gambar, yang dapat dibaca memalui perangkat komputer atau perangkat digital lainnya.

E-book ini biasanya merupakan salah satu format alternatif dari buku cetak. Ada banyak kelebihan e-book yang tidak dimiliki buku cetak. Buku elektronik adalah bagian dari gaya hidup modern yang didukung perangkat elektronik. Di Amerika Serikat, kehadiran e-book semakin menggeser buku cetak.

Ä     E-book Lebih Praktis dan Mudah Dibawa

Jika anda ingin membaca e-book dimanapun anda berada, anda cukup menyalakan perangkat elektronik anda (entah itu smartphone, tablet, atau e-book reader). Selama anda memegang perangkat elektronik itu, anda bisa membawa ratusan bahkan ribuan buku elektronik dengan mudah. E-book adalah buku digital sehingga tidak memerlukan wadah penyimpanan dalam bentuk fisik.

Ä     E-book Ramah Lingkungan

Buku cetak bisa menghabiskan banyak sekali pohon yang kita perlukan untuk menjaga keseimbangan kehidupan di bumi ini. Jika semua pohon habis ditebang untuk membuat buku cetak, tentunya kita sendiri akan merugi. Sebaliknya, e-book tidak memerlukan pohon karena bentukya digital. E-book bisa disalin sebanyak yang Anda suka hanya dengan mengklik tombol “copy” di perangkat elektronik. Sementara itu, pencetak buku membutuhkan ratusan lembar kertas hanya untuk membuat satu salinan buku.

Ä     E-book Tahan Lama

E-book adalah buku yang tahan lama atau bahkan abadi (everlasting). Ia tak akan mudah rusak dimakan usia. Berbeda dengan buku cetak yang makin lama akan makin menguning dan rusak. Selama data kita tidak terserang virus, dan hal ini bisa dicegah dengan penggunaan komputer yang hati-hati dan pemasangan software anti virus, maka e-book kita akan tetap bagus kondisinya meski usianya sudah puluhan tahun. Bandingkan dengan buku, yang mudah rusak, sobek, hilang, tulisannya pudar dan berjamur bila usia buku sudah tahunan.

Ä     E-book Lebih Simple

E-book dinilai lebih simple untuk dibawa dan disimpan, dibandingkan dengan buku cetak. Dengan format e-book, anda tak butuh lagi tas besar untuk membawa beberapa buku atau rak buku berderet-deret untuk menyimpan koleksi buku anda. Anda hanya butuh e-book readers untuk membawa atau menyimpan buku-buku anda.

Ä     E-book Lebih Murah

Ebook tidak perlu proses pencetakan hingga penerbitan yang memakan banyak biaya, sehingga e-book bisa menjadi lebih murah daripada buku cetak. Selain itu ada beberapa e-book yang diberikan secara gratis.

Ä     E-book Lebih Portable

Asalkan ada hardware yang kompatibel untuk mengoperasikan ebook yang berekstensi .pdf dan .exe ini, mau dimanapun dan kapanpun juga kita akan tetap bisa menikmati bacaan di dalam e-book dengan nyaman. Apa hardware yang dimaksud? Laptop bisa. Tablet bisa. Handphone jenis tertentu juga bisa. Sangat portable bukan?

3.4   Kelebihan E-Book

*    Memiliki e-book membuat kita menghemat tempat dan waktu. Tempat dimana kita menyimpan koleksi buku kita. Sedang waktu, kita tak perlu menyimpan buku-buku karena khawatir harus beli yang baru bila koleksi buku kita hilang.

*    Jika kita suka menandai hal-hal yang penting dalam buku tetapi takut merusak atau membuat jelek buku karena coretan, maka alat baca e-book memungkinkan kita menandai hal-hal penting di dalam e-book tanpa takut membuatnya jelek karena coretan.

*    Jika penerbit menjual satu juta copy dengan 250 halaman per copynya untuk satu judul buku. Itu berarti diperlukan 12.000 pohon hanya untuk memproduksi satu judul buku saja (sumber: “How to Go Green: Books” by Cindy Katz and Jennifer Wilkov). Itu artinya kita punya andil dalam perusakan lingkungan, bila membaca buku.

*    Jika Anda merasa ukuran huruf di dalam e-book terlalu kecil, maka alat baca e-book memungkinkan kita untuk megubah ukuran huruf dengan mudah. Sehingga tidak ada kendala karena ukuran huruf.

*    Dengan alat baca e-book kita bisa berlangganan koran atau majalah secara online. Jadi tidak perlu menunggu loper koran mengantar ke rumah kita.

*    Kita tidak perlu repot-repot pergi ke toko buku karena kita tinggal mendownload e-book secara online dari rumah. Hal ini menghemat waktu untuk belanja dan mencari-cari buku di rak-rak toko buku.

*    Tidak akan pernah kehabisan stok. Karena e-book tersedia dalam bentuk digital, sehingga akan selalu tersedia sepanjang waktu.

*    Alat baca e-book tidak memerlukan lampu penerangan saat membaca e-book. Karena displaynya sudah mampu menerangi, sehingga kita bisa menghemat energi listrik.

*    Mengenai ukuran dan capacity file, e-book memerlukan file yang kecil sehingga dengan alat e-book yang kecil bisa menampung ribuan e-book. Bayangkan bagaimana mudahnya sekolah karena kita cukup membawa alat sebesar novel yang mampu menyimpan ribuan e-book.

*    Kita bisa menghemat uang. E-book tentu saja harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan buku. Karena tidak memerlukan sumber daya dan biaya produksi yang besar.

3.5   Kekurangan E-Book
*    Untuk buku tertentu, tampilannya kalah besar dibanding buku kertas terutama format yang begitu besar. Akibatnya tulisan per halaman sering lebih kecil dari aslinya, tapi bisa distel agar membesar. Apalagi kalau tablet hanya berlayar 7 inci – terasa banget kecilnya.

*    Tidak bisa dipinjamkan ke teman, tetangga, dsb – sekalipun mereka punya tablet dan laptop sendiri. Karena untuk bisa masuk dibutuhkan nama pemakai dan password – ini tidak boleh dipinjamkan ke orang lain karena bisa dipakai belanja tanpa ijin.

*    Membutuhkan suatu perangkat lunak untuk membukanya, baik komputer atau alat lainnya. Sehingga kita membutuhkan waktu yang cukup lama hanya untuk membukanya, sedangkan buku biasa dapat langsung kita buka dan tutup sesuka hati.

*    Kenyamanan. Biasanya jika ingin membaca buku kita ingin dalam kondisi nyaman, seperti tiduran, duduk santai di sofa,  dan tiduran di lantai. Hal ini tidak bisa kita lakukan dengan e-book, karena kita harus menatap PC atau laptop, dan terkadang kita tidak tahan untuk berlama-lama menatap monitor.

*    Mata yang tidak terbiasa untuk membaca di monitor. Hal ini membuat kebanyakan orang cenderung mencetak e-book dengan printer,  setelah membaca beberapa halaman dari e-book.

*    E-book memiliki berbagai format, yang terlihat dari extension filenya seperti pdf, txt, doc, chm, dejavue, iSilo, dan lain-lain. Hal ini membuat dibutuhkan berbagai aplikasi berbeda untuk membukanya maupun membuatnya. Misal untuk format PDF, untuk membacanya umumnya menggunakan Acrobat dari Adobe. Untuk membuatnya menggunakan aplikasi sejenis PDF writer.

*    Tidak semua format e-book memiliki sekuriti yang baik. Misal format txt, sangat rentan terkena virus atau dijebol sekuritinya. Sedangkan pdf sudah memiliki sekuriti yang baik. Tetapi secanggih apapun format sekuriti e-book, karena digital, e-book tetap bisa dibongkar terutama oleh para hacker.

*    Sensasi. Maksudnya disini, kita memiliki rasa sensasi yang kita rasakan ketika membuka tiap-tiap lembaran dari buku biasa, namun hal ini tidak kita rasakan pada e-book.

*    Buka & Tutup Aplikasi & buku dijital perlu waktu. Untuk menghidupkan gadget, menjalankan sistem operasi, menjalankan aplikasi dan membuka file buku dijital membutuhkan waktu / loading yang cukup lama. Perlu sekitar 1 menit untuk buka tutup dokumen.

*    Perlu Layar Monitor Luas. Sebagai perbandingan buku cetak biasanya berukuran 21 x 15 cm atau berdiagonal 10,5 inch. Jika layar gadget anda berukuran kurang dari 10 inch dan resolusinya bukan HD, maka sulit membaca teks kecil atau anda akan sering geser – geser / scroll layar sehingga cukup merepotkan.

*    Kurang dipercaya. Karena semua orang bisa jadi penulis dan penerbit, maka tidak ada proses editing yang ketat, tidak ada uji materi jika ada penjiplakan / plagiat. Keorisinalitas naskah bisa menjadi masalah pada buku dijital.

*    Kurang dihargai di dunia pendidikan. Khusus penulisnya buku dijital sulit mendapat nilai ‘cum’ di dunia pendidikan tinggi dan menengah. Pada akhirnya buku tersebut harus dicetak dan dilengkapi ISBN untuk persyaratannya.

*    Budaya Pembajakan. Karena segala kemudahannya, orang malas untuk membelinya dan lebih menunggu versi ‘crack’nya.

*    Jarang dibaca. Anda tentu mempunyai ratusan file buku dijital yang tersimpan di harddisk atau CD, namun apakah anda sempat membaca buku sebanyak itu? Kenyataannya jarang serius membacanya karena terlalu banyak. Akibatnya buku dijital hanya sebatas koleksi dan memenuhi ruang harddisk saja.

*    Kurang hubungan antara penulis, penerbit dan pembaca lain. Karena kebanyakan buku dijital adalah ilegal dan gratisan, maka penulis dan penerbit tidak mau membuka hubungan dengan pembacanya karena tidak ada untungnya.

*    Ketergantungan akan sumberdaya listrik .

*    Piranti  pembaca yang masih mahal dan dapat rusak.

*    Rentannya dokumen-dokumen E-book terhadap aktivitas yang dilakukan pembaca.

*    Banyaknya program yang harus diingat, mengingat format yang ada semakin bertambah.

*    Masalah hak cipta.
3.6   Penemu E-Book
Di bulan Juli 1971 untuk pertama kali publik Amerika mengenal e-book yang kemudian dilanjutkan dengan Project Gutenberg. Dialah Michael S. Hart, lelaki yang menyandang julukan sebagai penemu e-book pertama di dunia, yang juga mengawali proyek pengadaan e-book untuk hampir semua buku populer yang ada di dunia melalui Project Gutenberg. Namun Anda tidak akan lagi bisa bertemu Hart karena lelaki yang tahun ini berusia 64 tahun itu meninggal dunia pada hari selasa (6 Sep) di kediamannya Urbana, Illinois.

Hart merupakan lulusan University of Illinois. Pada tahun 70an saat Hart masih menjadi mahasiswa di universitas tersebut, Hart diberi kesempatan mengakses komputer utama kampusnya. Saat itu ia berpikir apa yang bisa ia lakukan dengan komputer itu.

Ide tentang e-book kemudian muncul saat Hart berada di sebuah supermarket saat melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Di tahun 2002, dalam sebuah wawancara Hars mengungkapkan hal itu:

"Kebetulan saya berhenti di IGA, sebuah supermarket lokal. Saat itu kami baru saja merayakan ulang tahun Amerika ke 200 dan banyak salinan dokumen sejarah yang dibagikan pada masyarakat termasuk di supermarket itu yang juga diberikan pada konsumen. Saya tengah mencoba mengambil makanan dari ransel saat saya tanpa sengaja mengambil sebuah dokumen Deklarasi Kemerdekaan Amerika. Dan saat itu ide untuk membuat ebook muncul."

"Saya berpikir apakah saya bisa melakukan sesuatu dengan komputer, lebih dari sekedar mengetik naskah kemerdekaan. Sesuatu yang bisa bertahan sampai 100 tahun. Dan kemudian lahirlah Project Gutenberg." 

Naskah kemerdekaan Amerika adalah dokumen pertama yang dibuat Harts dalam bentuk e-book. Saat ini Project Gutenberg telah menjadi perpustakaan online yang memiliki lebih dari 36 ribu e-book, di luar buku-buku yang memiliki copyright.
Michael Hart telah meninggalkan pada dunia sebuah warisan yang tak ternilai harganya. Penemuan e-book bukan sekedar inovasi teknologi, namun juga merupakan titik awal dari teknologi informasi modern. E-book telah menjadi cara yang praktis dan murah untuk mendistribusikan berbagai literatur.
3.7   Proses Pembuatan E-Book
Ada dasarnya e-book merupakan sistem temu balik informasi yang sangat praktis dalam penggunaan atau pemanfaatannya.

1.      Tahap Persiapan

Ketika untuk mempublishkan sesuatu, tentu saja yang harus dipersiapkan pertama kali adalah naskah. Sebab naskah berisi konten/isi dari buku yang akan di elektronikkan. Agar lebih apik, persiapkan naskah sebaik mungkin. Jika jenis naskah berupa hasil karya tulis, jangan lupa menerapkan aturan atau etika penulisan yang baik dan benar agar terhindar dari dugaan penjiplakan atau yang lebih dikenal dengan “plagiarism”.

Selain itu, untuk membuat dokumen digital beberapa persiapan perlu dilakukan agar dalam pembuatan dokumen digital dapat berlangsung lancar. Persiapan tersebut meliputi;

Ø Perangkat Keras.

Perangkat keras yang perlu dipersiapkan diantaranya:

*  Komputer

Komputer yang dapat digunakan tentunya sangat bervariasi dengan spesifikasi yang sangat standart sampai kepada komputer dengan spesifikasi baik. Dalam menyiapkan alat, perlu diperhatikan volume pekerjaan. Semakin banyak dokumen digital yang harus dikelola, maka semakin membutuhkan perangkat komputer dengan spesifikasi baik

*  Alat Pemindai (Scaner)

Alat ini yang nantinya memindahkan naskah apabila dari bentuk cetak ke bentuk digital. Namun apabila naskah sudah berbentuk digital, tidak perlu menggunakan alat ini.

Ø Perangkat Lunak

Naskah yang ada dialih bentukkan kedalam format PDF. Hal ini dimaksudkan untuk mengunci dokumen agar tidak bisa dengan sembarangan dimodifikasi ataupun dicetak oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab.

Apabila menggunakan pemproses dokumen OpenOffice, maka dapat langsung menyimpan naskah e-book ke format PDF. Namun jika menggunakan Microsoft Office, menggunakan alat bantu, diantaranya: primoPDF atau FoxitPDF Creator

Perangkat lunak yang dipersiapkan berupa sistem operasi seperti windows, beberapa perangkat lunak yang diperlukan antara lain:

*  Adobe acrobat (versi lengkap) untuk menghasilkan dokumen dalam format pdf.

*  MS Word untuk menulis dokumen yang kemudian disimpan dalam format DOC, RTF ataupun PDF.

2.     Pendigitalisasian Data

Untuk mulai mendigitalisasikan data atau membuat dokumen PDF terdapat berbagai cara, diantaranya:

*    Membuat dokumen PDF dari MS-Word.

Melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :

Ø https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEVjpkKBtbyTbsz3zor8hsvhcCrKugQV2OxHDNcuKgDlHSA8YkX7D8ol6RRCiXgaDoBnjtVxUsMg_XAQ9cbPLnX_HgpO__JapvZAsHvrEm75qDnIfqDY6TC4p5UjUdlHruTlffKGDE9mWy/s320/Untitled.jpgBuka dokumen tersebut dengan MS Word dengan cara meng”klik” ganda nama file tersebut. Atau dengan cara lain, buka program MS-Word. Klik file → open → pilih nama file yang akan dibuka kemudian di “klik”.








Dokumen MS-Word yang akan diubah menjadi format pdf.

Ø Klik menu Adobe PDF yang ada di deretan menu-menu pada MS Word.




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlEoMNB5Ew9c-O7WlzUpQ0fwdWTRxjaE5DzoCQudgzKIUetolPo_yQ9R-IadZJMV6Zigl2Xpjm4Y8MZjScXTSnH85QCu7ZW7Lsp4mytbxWeN6DTBXaWzpiG3QtZlOvovCI6HLhyphenhyphenlETLfDn/s320/Untitled1.jpg




Menu Adobe PDF pada layar MS Word.

Ø Pilih covert to adobe PDF.

Ø Ketik nama file yang nantinya akan menjadi file PDF atau biarkan nama file yang ada jika kita tidak akan merubah nama file aslinya.

Ø Tekan tombol save jika sudah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5v18M5CAzivoFUvEfjK9FK-wW9gratqUbrDFlg5cfEhqLshTrqY9iZMa8s_dw1C4HMyFjCA-uIdLmfmfieLkiE2Bpm8NYP44-4mZTE5xJLzrbD-j1fdwSYphdalfkZpV6IeAvO3lGW3pw/s320/Untitled3.jpg







Pembuatan file PDF sedang berlangsung.

Ø Tunggu beberapa saat sampai konversi ke file PDF dari word selesai di proses.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9Fhx2f027nheEfywi_x1fGV4NQ2yAvswR6GGnsNJmf4wfNwBCF7WLf9pQEaImDUSY9JVTI-YEvkne-ZlQnHcVbqpdfNvRE8VNva5LyWBYwIqx0rpSDqsb4WP1X_oUM6O1noV2RapnzmJR/s320/Untitled4.jpg
File hasil konversi dari word ke PDF

*    Cara kedua untuk membuat file PDF dari file MS Word adalah sebagai berikut :

Ø Buka dokumen tersebut dengan MS Word dengan cara meng”klik” ganda nama file tersebut. Atau dengan cara lain, buka program MS Word.

Ø Klik fileopenpilih nama file yang akan dibuka kemudian diklik.

Ø Dari program MS Word, klik tombol file Print...(atau dari MS Word tekan CTRL+P).

Ø MS Word akan memunculkan layar sebagai berikut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy4mrlpL2r6bsjJpK1QETqVtDkLtLQwEx7f3HmHrdBElcAw-81kE-3nG41x8NtsrvHQXFP6uZD76h9zd9Om76h6TPmf_qUO6wUauzBDqzQuEK-fkneuGfLTvQ-lKU_wuz50xrTU_hrLK-c/s320/Untitled5.jpg
Jendela pengaturan percetakan.

Ø Ubah nama printernya menjadi acrobat PDFWriter kemudian tekan tombol OK.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh93C5japSyvaYqekbrDBCSf7Af1lfnoDnSAZmRyR-NPc-gqS53RRS8tqTW6h8nSmN0ib4iIuZgBh84Skpn-yHBKiOTIw4iQHzx_n1miITKQ5iIjgsVI7anycOXrcYlwXDB-OaEuPZQJqy0/s320/Untitled6.jpg
Jendela untuk memberi nama file.

Ø MS Word akan mencetak file kita kedalam file PDF dengan nama file sama dengan nama file MS Wordnya tetapi dengan extention pdf.

*    Membuat dokumen PDF dengan acrobat 7

Cara ini dapat digunakan bila komputer tidak terdapat MS Word atau program lain untuk membaca file asli yang kita miliki. Cara membuat dokumen PDF dengan acrobat 7, sebagai berikut :

Ö       Membuat dokumen PDF dari file.


1)     https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiag3fGh5ILusBPxhFApHHdXELocwb86FQXrVxfvTT5sgTUaUo-gorkE9KzOsM05eJzvF0wUlSsWiKmrEEKDROJI7shA4ePFLsCC-jv0F7X-NUU_iSKptxD3fe9TIGuNTPofMdKAZ9OfU16/s320/Untitled7.jpgJalankan adobe acrobat 7.








Tampilan awal adobe Acrobat 7.

2)     Klik menu file → create PDF → from file.

3)     Cari file yang akan dirubah ke dalam format PDF (jenis file yang dapat dirubah oleh Adobe Acrobat 7 cukup banyak seperti HTML, TXT, JPEG, PNG, DOC, PUB, dan masih banyak lagi).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoW2WCcf5JdoBgyvavcBBOhvu4NdM92HFVtUPXOQOo8WKCnNEHtdmWoaBhyphenhyphen0dpTezq9sxzIKab54FYJ57UKwwe0f2StJHx3rjGLVdri1Pd6o2rz0LfUlkwR0S0aoK-0n365UPgu8QKq3PX/s320/Untitled8.jpg
Jendela untuk mencari nama file yang akan diubah.

4)     Klik tombol open sesudah anda memilih file yang akan diubah.

5)     Tunggu beberapa saat sampai semua proses selesai.

Ö       Membuat dokumen PDF dari beragam file.

1)     Jalankan Adobe Acrobat 7.

2)     Klik menu file → Create PDF → From Multiple Files.

3)     Tekan tombol browse dan carilah salah satu jenis file yang akan ditambahkan atau dibuat file PDF nya (file bisa bereksistensi doc, jpg, gif, pdf, dan lainnya).

4)     Tekan tombol add.

5)     Ulangi langkah 2-4 berulang kali sampai kita mendata semua file yang akan dijadikan dokumen PDF.

6)     Tekan tombol OK jika semua sudah selesai.

7)     Simpanlah dengan nama yang kita kehendaki pada kotak file name.

8)     Tekan tombol save.

Ö       Membuat Cover E-Book

Agar e-book yang kita buat terlihat lebih menarik meski belum dibaca secara keseluruhan, untuk itu perlu dibuat cover yang interaktif. Mampu menarik pembaca untuk penasaran dan tertarik mendalami tulisan didalam e-book secara lebih lanjut. Untuk membuat sampul digital, yang perlu dipersiapkan diantaranya:
1.       Adobe Photoshop CS2.
2.       Gambar latar belakang, clipart, font.
3.       Action script untuk membuat cover e-book.

Langkah-langkah pembuatan cover e-book, yaitu :

*    Jalankan program Adobe Photoshop.

*    Install action script.

*    Buka jendela dialog actions (menu window-action).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPdtZQFWF3sKz0-LbpmAKZNKSxyfOMX-O1k9Uoa2p2Wrif-5UB7NzNrwsC7nuSVEqAoYNeYxwTdccjBP4-uaXk8JYdqBxG6vT5FoZFRM5KQtj9nJzXn4tWhP2rOSeMx9MtwBpFkxT0c7CE/s640/Untitled9.jpg




*    Dari jendela Actions, pilih action script yang bersangkutan.

*    Klik pada step 1 dan klik pada tombol play selection yang ada di bagian bawah jendela dialog action.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq9sEexyCTVBik_KtICQJ1zy2pZEBW3WmNb-xI2xEl8Jb_Ro7ZgWRhPY8emoTBqtCVj41Q4bhkKNKYWS79HW662oFLlBjmxROrAIaKUTXR6j5jeSAY-qcxva5Q7cjWzW1JvLtiGKdIScNb/s320/Untitled10.jpg
*    Desain tampilan sampul e-book seperti yang diinginkan dengan memanfaatkan gambar/font/clipart yang dimiliki.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisY1uWXgmd1s4DTPPTEaEP4dobcDm5MeT21jUPvMjZmxObgsqgLX8FuE397VQCI560dg9voVSqI4hjSBVrqWrSMgEUr6uV8TaEWol4vZma0xvML3iHnoRmLvt6yuSytUA3mRCMOdInqoaw/s320/Untitled11.jpg

*    Jika sudah puas dengan hasilnya, kembalilah ke jendela dialog actions, klik sekali pada step 2 dan klik pada tombol play selection yang ada dibawah.

*    Tunggu beberapa saat hingga desain selesai diproses menjadi sebuah sampul e-book yang menarik.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6rofVrOyhqpqib_MqL-TkQF4PeBqahsR_8Wc6uDPVv60hjNE3h3oz7O5AjnMnP-EckTgnYtGD1LvKwnrYnPPj3jG86yTfROnJXeH5xY3IFwFfLyqYsOYCh-0Q3mfoTwVKqnG9MS-lO7cy/s320/Untitled12.jpg


3.8   Langkah-Langkah Mengakses E-Book
1.   Mengakses E-book Gratis.

a)     Kunjungi website http://library.um.ac.id/
- Klik kolom E-book.
- Masukkan title filter dan pilih jumlah tampilan.
- Klik kunjungan.
- Pilih  judul artikel yang keluar.
b)    Kunjungi website http://duniadownload.com/
- Pilih kategori E-book yang akan dicari, misal : humor, percintaan, novel, ilmu pengetahuan, teknologi dll.
- Tulis judul buku yang akan dicari pada kotak pencarian.
- Klik temukan.
- Klik download.
c)     Kunjungi website http://wawan-ebook.blogspot.com
- Pilih kategori E-book yang akan dicari.
- Klik judul buku  yang diinginkan.
- Klik Download.
d)    Kunjung website http://buku2gratis.blogspot.com
- Lihat pada blog archive.
- Pilih tahun penguploadan buku.
- Pilih buku yang diinginkan kemudian klik download.
e)     Kunjungi  http://e-library.net/
- Klik  advanced search.
- Isi kotak search e-book dengan title atau author yang ingin di cari.
- Klik search.
- Klik download.
2.      Mengakses Ebook berbayar.
Kunjungi  beberapa alamat website dibawah ini:
syarat : harus memilki rekening tertentu sesuai permintaan.


BAB IV
PENUTUP
4.1    Kesimpulan
E-book adalah buku elektronik yang dapat diakses lewat internet dengan tujuan untuk mempermudah pemakai dalam mencari sumber materi atau bacaan. Ada berbagai langkah-langkah dalam mengakses E-book baik yang gratis maupun berbayar. Ada berbagai manfaat dari pemakaian E-book dan salah satunya adalah praktis dibawa dalm ukuran kecil dan tidak akan lapuk, namun disamping manfaat juga ada kelemahan dari E-book seperti ketidak fleksibelan E-book untuk di baca waktu kapanpun dan di manapun, belum terbiasanya masyarakat dalam membaca di layar monitor, mereka menganggap menyilaukan dan melelahkan. E-book adalah beberapa dari program internet yang berimplikasi besar bagi Bimbingan dan Konseling. Konselor hendaknya mengerti dan menguasai program E-book. Diharapkan dengan program ini akan menuntun konselor dalam membantu konseli untuk memberikan informasi dengan tujuan mempermudah belajar konseli di samping bermanfaat juga bagi konselor untuk menambah wawasan dan membantu konselor dalam melaksanakan tugasnya. E-book akan sangat bermanfaat bagi konseli dalam mencari materi yang mereka butuhkan disamping penjelasan-penjelasan dari guru bidang studi. Dalam layanan Bimbingan dan Konseling ada salah satu materi bimbingan belajar, disitulah peran dari E-book yang mana menjadi media untuk memperkaya pengetahuan mereka, membantu konseli juga untuk memperoleh materi dengn cepat, mudah, lebih praktis dan tanpa mengeluarkan biaya yang tak terjangkau untuk mendapatkan buku materi yang mereka inginkan. Dengan adanya E-book ini diharapkan akan menjadikan konseli berhasil dalam mencapai cara belajar yang efektif sehingga akan menunjang perkembangan  optimalnya.
4.2   Saran
Berdasarkan hasil diatas, kita dapat mengetahui beberapa manfaat dan kelebihan E-book, saran kami :
À    Gunakanlah E-book sebagai sarana menuntut ilmu.

À    Gunakanlah E-book sebagai sarana untuk menambah wawasan pengetahuan.

À    Dalam menggunakannya jangan terlalu lama, sebab akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi yang tidak terbiasa, dan dapat merusak mata. Untuk itu istirahatkanlah mata anda setiap beberapa menit atau setelah selesai menggunakan E-book.

DAFTAR PUSTAKA